Halaman

Rabu, 03 Desember 2014

Fatwa Ulama: Wanita Haid, Bolehkah Masuk Masjid?

Wanita Haid, Bolehkah Masuk Masjid?
Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 5167

Pertanyaan:
Apa hukum syariat tentang perempuan yang masuk masjid sedangkan dia dalam keadaan haid, dengan tujuan hanya sekedar untuk mendengarkan khotbah/ceramah/pengajian?.

Jawaban:
Tidak boleh bagi seorang perempuan masuk masjid sedangkan dia dalam keadaan haid atau nifas. Dasar hukumnya adalah hadis Aisyah radhiyallahu'anha, dia berkata, ''Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam datang, sementara pintu-pintu rumah sahabat beliau terbuka dan bersambungan dengan masjid. Maka beliau bersabda, 'Arahkanlah pintu-pintu rumah kalian ke selain arah masjid!' Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam masuk ke masjid, dan para sahabat belum melakukan apa-apa dengan harapan ada wahyu turun yang memberi keringanan kepada mereka. Maka beliau keluar menemui mereka seraya bersabda, 'Arahkanlah pintu-pintu rumah kalian ke selain arah masjid, karena sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid ini untuk perempuan haid dan orang yang berjunub'.". (HR. Abu Dawud).


Dan diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu'anha, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam masuk ke pintu gerbang masjid lalu menyeru dengan suara yang lantang, 'Sesungguhnya masjid ini tidak halal untuk perempuan haid dan orang yang junub'.". (HR. Ibnu Majah).

Kedua hadis ini mengisyaratkan haramnya orang yang junub dan haid untuk menetap di dalam masjid. Adapun sekedar lewat, tidak mengapa, sekiranya ada keperluan penting, dan aman dari menajiskan masjid berdasarkan firman Allah Ta'ala, "(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja."

Dan perempuan haid termasuk ke dalam makna junub, karena Rasulullah menyuruh Aisyah mengambilkan keperluannya di dalam masjid sedangkan dia haid.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Ketua    : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua    : Abdurrazzaq Afifi
Anggota    : Abdullah bin Qu'ud, Abdullah bin Ghadyan         

Fatwa Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa KSA, Kumpulan Pertama, Jilid Keenam: Shalat, Bab Hukum-hukum Berkaitan dengan Masjid (Nomor bagian 6; hal.276-277) - alifta.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar